Economic Outlook 2016

SEMINAR NASIONAL ECONOMIC OUTLOOK 2016

DAN CALL FOR PAPER

 

IMG_9694 - Copy

 

Latar Belakang

Seminar  Nasional Economic Outlook adalah  acara  rutin  yang  diselenggarakan  oleh  Fakultas Ekonomi Universitas Trunojoyo Madura (FE UTM) dalam rangka memberikan wadah bagi stakeholders pembangunan ekonomi untuk saling berbagi informasi, pengetahuan maupun pengalaman. Secara umum, tujuan acara ini adalah mengevaluasi kinerja perekonomian, baik nasional dan regional, di tahun berjalan dan mendiskusikan prospek dan tantangannya di tahun berikutnya.

Seminar juga menjadi ajang bertemunya para akademisi, peneliti, profesional dan praktisi yang tertarik dan peduli terhadap perkembangan terkini serta prospek perekonomian ke depan. Pertemuan tersebut akan lebih berarti jika ada forum lanjutan yang memberikan kesempatan luas kepada peserta untuk mengungkapkan dan mendiskusikan pemikiran, hasil penelitian, maupun pengalamannya, serta memberikan sumbangsih pemikiran yang berarti bagi pembangunan ekonomi regional dan nasional. Karenanya, di tahun 2015, Seminar Economic Outlook 2016 akan diteruskan dengan sesi paralel (parallel session) yang mendiskusikan hasil tulisan dari peserta. Untuk itu, seminar economic outlook di tahun 2015 ini disertai dengan Call for Papers dari para akademisi, peneliti, profesional dan praktisi di Indonesia.

Seminar Nasional Economic Outlook 2016 dan Call for Papers akan diselenggarakan dengan tema yang terkait dengan isu hangat di tahun 2015 dan/atau tahun 2014.  Pertama, kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk memperketat subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan membiarkan harga BBM mengikuti fluktuasi harga minyak dunia telah menyebabkan kenaikan harga bahan minyak (BBM) yang diikuti oleh inflasi. Kenaikan harga BBM segara memicu kenaikan harga, namun saat ada penurunan harga BBM tidak lantas menurunnya harga-harga secara umum. Data inflasi triwulan I tahun 2015 memperlihatkan inflasi sebesar 6,38% (yoy). Angka ini cukup besar dibandingkan target inflasi tahun 2015 sebesar 4,0% ± 1%. Meskipun tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh inflasi di akhir tahun, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan yang cukup besar di tahun 2014, yaitu menjadi 5,0% dari 5,6% di tahun 2013. Kecenderungan penurunan produksi/pendapatan nasional juga terlihat di triwulan I tahun 2015, di mana daya beli masyarakat yang menurun akibat inflasi, investasi bangunan dan non bangunan yang masih lemah, pengeluaran pemerintah yang masih terbatas – mengingat realisasinya di awal tahun, serta ekspor yang melemah akibat lemahnya harga komoditas dan melambatnya permintaan dunia, meskipun impor juga melemah.


PROSIDING ECONOMIC OUTLOOK 2016 DAN CALL PAPERS >> Download